• Senin, 15 Oktober 2018


    BAB 2
    PENGEMBANGAN IDE PROYEK
    2.1.  IDENTIFIKASI  PROYEK
    Langkah pertama Dalam siklus proyek adalah mengidentifikasi isu yang mungkin dapat ditangani oleh suatu proyek. Biasanya untuk ini di perlukan ‘penilian kebutuhan’ untuk mengetahui apa saja yang terpengaruh. Hanya pada waktu kita mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, kita dapat merancang proyek yang efektif . ‘penilaian kebutuhan’ ditindaklanjuti  dengan ‘penilaian kapasitas’ untuk  mengetahui kekuatan apa saja yang di miliki oleh masyarakat tersebut yang dapat digunakan untuk mengulangi masalah yang ada. Proyek harus bertujuan untuk memperkuat kelemahan yang ada. Beberapa orang memilih untuk menggunakan istilah ‘Appreciative enquiry’ daripada ‘penilaian kebutuhan’ dan ‘penilaian kapasitas’ dengan bertanya kepada masyarakat untuk mengidentifikasi sumber daya yang dimiliki dan harapan mereka untuk menggunakanya dikemudian hari
    Langkah - langkah dalam mengidentifikasi proyek sebagai berikut :
    1.        Menentukan cakupan proyek untuk mengembangkan sebuah rencana  proyek.
    2.        Menetapkan prioritas proyek kualitas dan sukses sebuah proyek umumnya ditentukan jika proyek memenuhi atau melebihi harapan pelanggan atau manajer puncak dalam hal biaya (anggaran), waktu (jadwal) dan kinerja (cakupan proyek).
    3.        Membuat WBS (Word breakdown structure) sekali cakupan dan deliverable telah dikenali, pekerjaan proyek dapat dibagi menjadi elemen – elemen pekerjaan yang lebih kecil yaitu :
    a)         Pengelompokan WBS
    b)        Bagaimana WBS membantu manajer proyek
    c)          Mengembangkan WBS untuk mengkaji ulang, WBS menentukan pekerjaan, mengidentifikasi waktu untuk menyelasaikan sebuah paket kerja, sumber daya, dan mengidentifikasi titik monitoring untuk mengukur kemajuan.
    4.      Mengintergrasikan WBS dan organisasi, bagian integral dari WBS adalah menetukan unit-unit organisasi yang bertanggung jawab melakukan pekerjaan. Dalam praktik hasil akhir dari proses tersebut adalah OBS (Organization breakdown structure) Tujuan OBS yaitu menyediakan suatu perangkat untuk meringkas kinerja unit organisasi, megidentifikasi unit identifikasi yang bertanggung jawab untuk paket kerja dan mengikat unit organisasi kepada akun pengendali biaya.















    2.2.FORMULASI PROYEK
    Formulasi kebijakan public adalah langkah yang paling awal dalam proses kebijakan public secara keseluruhan. Oleh karenanya, apa yang terjadi pada fase ini akan sangat menentukan berhasil atau  tidaknya kebijakan public yang dibuat itu pada masa yang akan datang.
    Menurut Anderson (dalam winarno,2007:93) formulasi kebijakan menyangkut upaya menjawab pertanyaan bagaimana berbagai alternative disepakati untuk masalah – masalah yang dikembangkan dan siapa yang berpatisipasi.
    Menurut Lindblom (solichin abdul wahab,1997:16) Mendefinisikan formulasi kebijakan public (public policy making ) merupakan proses politik yang amat kompleks dan analisis dimana tidak mengenal saat dimulai dan diakhirinya batas dari proses tersebut sesungguhnya yang paling tidak pasti, serangkaian kekuatan yang agak kompleks itu kita sebut sebagai pembuatan kebijakan public, itulah yang kemudian disebut kebijakan formulasi.
    Kebijakan formulasi  memiliki 5 tahap implementasi sebagai berikut :
    a)         Tahap I
    Pengumpulan dan analisis keterangan strategis adalah tugas para eksekutif organisasi untuk dapat menilai kecenderungan - kecenderungan yang terjadi pada saat ini dan yang akan datang, baik dari segi eksternalnya (pasar, persaingan, teknologi, regulasi, dan keadaan ekonomi ) maupun dari segi internalnya (nilai organisasi, keunggulan dan kemampuan, hasil produk dan pasar dan kebijakan strategis yang lalu )
    b)        Tahap II
    Formulasi strategis harus memeriksa beberapa alternative dan menyeleksinya serta menciptakan profil atau visi strategi yang berfokus pada kekuatan
    formulasi yang tergantung pada kekuatan proses yang dilalui atau dialami dalam pembuatan keputusan.
    c)      Tahap III
    Perencanaan proyek strategi dengan menggunakan metode manajemen proyek yang canggih dan benar, dimana rencana disusun, dijelaskan, diprioritaskan, ditahap – tahapkan, dijadwalkan dan diimplementasikan serta dipantau maka proyek tersebut dapat dioptimalkan secara penuh.
    d)        Tahap IV
    Implementasi strategi. Tahap ini merupakan tahap pelaksanaan (implementasi) yang mana kualitas suatu proyek sangat diharuskan untuk itu dibutuhkan suatu system komunikasi yang handal, cepat dan akurat yang dimulai dari tingkat rendah (lower manajemen ) hingga ketingkat yang tinggi (top manajemen)
    e)      Tahap V
    Pemantauan, peninjauan dan pembaharuan strategi pada tahap ini dibutuhkan indikator internal (kemajuan dibidang tujuan dan langkh strategi, kemajuan proyek) maupun indicator eksternal (validitas asumsi dasar yang menjadi penciptaan visi). Umpan balik (feed back) dari berbagai sumber kegiatan baik untuk jangka pendek, menengah maupun panjang harus dioptimalkan secara terus menerus






    2.3. MIND MAPING
    Mind maping adalah cara mengembangkan kegiatan berfikir ke segala arah, menangkap berbagai pikiran dalam berbagai sudut mind maping mengembangkan cara berfikir ke segala arah, menangkap berbagai pikiran dalam berbagi sudut. Mind maping mengembangkan cara berfikir divergen dan berfikir kreatif. Mind maping juga sering disebut dengan peta konsep merupakan alat berfikir organisasional yang sangat hebat juga merupakaan cara termudah untuk menempatkan informasi itu ketika dibutuhkan.
    Menurut Tony Buzan mind maping dapat membantu kita dalam banyak hal, seperti Merencanakan, berkomuikasi, menjadi lebih kreatif, menyelesaikan masalah, memusatkan perhatian, menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran dengan baik
    Beberapa manfaat metode pencatatan menggunakan mind maping, antara lain :
    1.    Tema utama terdefinisi secara sangat jelas karena dinyatakan di tengah.
    2.    Level keutamaan informasi teridentifikasi secara lebih baik. Informai yang memiliki kadar kepentingan lebih diletakkan dengan tema utama.
    3.    Hubungan informasi secara mudah dapat segera dikenali.
    4.    Lebih mudah dipahami dan diingat
    5.    Informasi baru setelahnya dapat segera digabungkan tanpa merusak keseluruhan struktur mind maping, sehungga empermudah proses pengingatan
    6.    Masing-masing mind maping sangat unik, sehingga mempermudah proses peringatan.
    7.    Mempercepat proses pencatatan karena hanya menggunakan kata kunci

    Contoh Mind Maping








                                   Gambar mind maping

    Ada beberapa kelebihan saat menggunakan teknik mind maping ini, yaitu :
    a)    Cara ini cepat dan biasanya digunakan untuk mengorganisasi ide-ide yang muncul dikepala anda
    b)   Proses menggambar diagram bisa memunculkan ide-ide lain
    c)    Diagram yang sudah terbentuk bisa menjadi paduan untuk menulis.
      
     


    Leave a Reply

    Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

  • - Copyright © Remember Me - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -