• Senin, 15 Oktober 2018


     BAB 1
    PEMBENTUKAN TIM KERJA
    1.1.      Pengertian Tim Kerja
    Tim merupakan kumpulan beberapa orang yang bekerjasama secara solid dan terikat oleh sistem dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.Agar menjadi tim yang menguntungkan karena bekerja efektif, maka suatu tim harus memiliki beberapa karakteristik. Sangat tidak mudah untuk mengidentifikasi karakteristik yang tepat untuk suatu tim yang efektif. Suatu tim dianggap efektif atau tidak sangat tergantung dari kriteria yang diterapkan.
    1.2.       Pembagian Peran Kepemimpinan
    Agar suatu tim menjadi efektif, Suatu tim diharapkan terdiri dari orang-orang yang ditempatkan pada posisi yang benar-bebar sesuai dengan kompetensinya. Suatu kelompok harus mempunyai :
    1.      Seorang pemimpin (ketua), yaitu seorang pemikir yang disiplin yang bertugas mengkoordinir dan mengkoordinir tim, memelihara keseimbangan usaha dan menjadi titik tumpu tim dalam menjaga posisi mereka.
    2.      Seorang pembentuk, orang yang memiliki kemampuan untuk memberikan dinamika dan pengarahan kepada tim, menyediakan motivasi, kreatif.
    3.      Seorang pemikir, yang dapat menyediakan gagasan bagi kemajuan tim.
    4.      Seorang pengevaluasi, yang dapat mengevaluasi permasalahan yang ada dan hasil kerja tim.
    5.      Seorang penyelidik sumberdaya, yang menyediakan informasi dan jejaring sosial dan relasi.

    1.3.    Keterbukaan Dan Saling Percaya
    Keterbukaan adalah sikap untuk bersedia menerima pengetahuan atau informasi dan sikap untuk bersedia memberitahukan kepada pihak lain.  Sedangkan saling percaya
    adalah sikap saling mangakui satu sama lain akan kejujuran, kelebihan, kemampuan dan lain sebagainya yang dimiliki oleh masing – masing individu dalam sebuah tim kerja. Tujuan Keterbukaan yaitu untuk meningkatkan rasa tidak individual, mau berkontribusi, fleksibel dan mau berkomunikasi. Sikap keterbukaan ditunjukkan dengan perilaku seperti berikut :
    1.         Selalu beritahu rekan tim yang perlu mengetahui apa yang Anda ketahui.
    2.         Jika memiliki masalah atau tidak sepakat dengan pendapat rekan lain.
    3.         Jujur terhadap masing-masing rekan tim mengenai identitas, dan karakter.
    4.         Kemampuan masing-masing agar tidak ada yang merasa tidak cocok .
    Tujuan saling percaya adalah untuk menunjukkan sikap mau berkomitmen, Menghargai dan patuh kepada pemimpin. Sikap saling percaya ditunjukkan dengan perilaku seperti berikut :
    1.          Mau memberi kesempatan kepada anggota tim untuk menyampaikan gagasannya.
    2.          Mampu melihat kemampuan anggota lain sehingga semua anggota memahami kemampuan diri masing-masing.
    3.          Mau membantu anggota lainnya jika ada kesulitan tetapi tetap memberi kesempatan untuk mengeksplor kemampuan masing-masing.


    1.4.       KOMUNIKASI
    Komunikasi dapat didefenisikan sebagai memberi atau tukar informasi, isyarat, atau pesan melalui kata, gerakan badan atau tulisan. Defenisi ini menandakan bahwa komunikasi sebagai sebagai satu proses sepihak. Tapi sebenarnya tidaklah begitu, komunikasi bukan hanya sekedar menyampaikan pesan. Ini menyangkut interaksi antara dua insan atau lebih . agar komunikasi menjadi efektif, kedua pihak harus terus menerus memberi dan menerima informasi baik lisan maupun tertulis (INDONESIA, 2013).
    Faktor komunikasi
    dapat jadi penyebab konflik ketika para anggota sebuah organisasi maupun antar organisasi tidak dapat atau tidak mau untuk saling mengerti dan saling memahami dalam berbagai hal dalam organisasi. (Aulia, 2013)


    Leave a Reply

    Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

  • - Copyright © Remember Me - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -