Senin, 15 Oktober 2018
BAB 3
KEBUTUHAN PELANGGAN
3.1. Permintaan
pelanggan atas proyek.
Pelanggan adalah orang atau instansi atau lembaga yang melakukan
pembelian produk baik barang maupun jasa secara berulang – ulang Pengumpulan
Informasi, Pengelolaan Dan Implementasinya Di Tempat Kerja. (Kurnia, 2016)
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada
suatu harga dan waktu tertentu. Permintaan berkaitan dengan keinginan konsumen
akan suatu barang dan jasa yang ingin dipenuhi. Dan kecenderungan permintaan
konsumen akan barang dan jasa tak terbatas. (wikipedia, 2016)
Macam – macam pelanggan :
1) Pelanggan
dari segi banyaknya
2) Pelanggan
dari segi usia
3) Pelanggan
dari segi jenis kelamin
4) Pelanggan
dari segi tingkat pendapatan
5) Pelanggan
dari segi pendidikan
6) Pelanggan
dari segi waktu pembelian
7) Pelanggan
dari segi alur penjualan
8) Pelanggan
dari segi geografis
9) Pelanggan
dari segi agama
3.2. Pangsa
pasar proyek
Aspek pasar adalah inti dari penyusunan Studi
Kelayakan Proyek, karena permintan pasar terhadap produk merupakan dasar untuk
menyediakan produk. Oleh karena itu studi mengenai Aspek Pasar bertujuan untuk
mengetahui besarnya permintaan terhadap produk yang akan disediakan dan
menempatkan produk yang akan dipasarkan pada posisi yang menguntungkan sehingga
proyek bisa dijalankan aspek pasar yang dianalisa meliputi permintaan pasar
terhadap produk yang akan disediakan, analisa tingkat persaingan dan strategi
pesaing dalam memasarkan produknya, sehingga bisa dirancang produk dan metode
pemasaran yang bisa memenangkan persaingan.
Hal yang tak kalah pentingnya adalah analisa mengenai
pangsa pasar yang akan diperoleh dengan mempertimbangkan tingkat permintaan,
penawaran dan program pemasaran yang akan diterapkan untuk melakukan penelitian
mengenai Aspek Pasar perlu dilakukan studi secara informal dan formal.
Penelitian secara informal bisa dilakukan dengan melakukan tes pasar di rencana
lokasi proyek. Tes pasar dilakukan dengan menyebar brosur atau membuat spanduk
yang mengiklankan produk kita. Dari spanduk dan brosur yang disebar dapat
diketahui respon pasar terhadap produk yang akan ditawarkan.
Pangsa pasar merupakan bagian dari pasar yang dapat
dicapai oleh perusahaan. Pangsa pasar dapat menjadi salah satu dari indikator
meningkatnya kinerja pemasaran suatu perusahaan
3.3.
Faktor lingkungan
Eksternal Mikro
1.
Pelanggan (Customers)
Pelanggan membeli produk barang dan jasa. Perusahaan
tidak dapat hidup tanpa dukungan pelanggan. Oleh karena itu, untuk mencapai
keberhasilan usahanya suatu perusahaan perlu mengamati perubahan kebutuhan dan
keinginan pelanggan.
Pengamatan reaktif dan proaktif merupakan strategi
dalam mengamati kebutuhan dan keinginan pelanggan. Pengamatan reaktif adalah
memusatkan perhatian pada kecendrungan dan masalah pelanggan setelah kejadian,
misalnya mendengarkan keluhan pelanggan. Pengamatan proaktif terhadap pelanggan
adalah dengan memperkirakan kejadian, kecendrungan, dan masalah sebelum hal itu
terjadi (sebelum pelanggan mengeluh).
2.
Pesaing (Competitors)
Pesaing adalah perusahaan di dalam industri yang sama
dan menjual produk atau jasa kepada pelanggan. Seringkali perbedaan antara
keberhasilan dan kegagalan usaha tergantung pada apakah perusahaan melakukan
pelayanan yang lebih baik daripada pesaing lain. Karena itu, perusahaan harus
melakukan analisis bersaing, yaitu menentukan siapa pesaingnya, mengantisipasi
pergerakan pesaing, serta memperhitungkan kekuatan dan kelemahan pesaing.
3.
Pemasok (suppliers)
Pemasok adalah perusahaan yang menyediakan bahan baku,
tenaga kerja, keuangan dan sumber informasi kepada perusahaan lain. Terdapat
hubungan saling ketergantungan antara pemasok dan perusahaan. Ketergantungan
perusahaan pada pemasok adalah pentingnya produk pemasok bagi perusahaan dan
sulitnya mencari sumber lain sebagai pengganti. Ketergantungan pemasok pada
perusahaan adalah suatu tingkat dimana perusahaan pembeli sebagai pelanggan
bagi pemasok dan sulitnya menjual produk kepada pembeli lain.
4.
Perwakilan-perwakilan Pemerintah
Hubungan organisasi dalam perwakilan-perwakilan
pemerintah berkembang semakin kompleks. Peraturan-peraturan industri yang
ditetapkan oleh perwakilan pemerintah ini harus ditaati oleh organisasi dalam
operasinya, prosedur perijinan, dan pembatasan-pembatasan lainnya untuk
melindungi masyarakat.
5.
Lembaga Keuangan
Organisasi-organisasi tergantung pada bermacam-macam
lembaga keuangan, seperti bank-bank komersial, bank-bank instansi, dan
perusahaan-perusahaan asuransi termasuk pasar modal. Lembaga keuangan ini
sangat dibutuhkan perusahaan untuk menjaga dan memperluas kegiatan-kegiatannya
seperti pendanaan untuk membangun fasilitas baru dan membeli peralatan baru,
serta pembelanjaan operasi-operasinya.
3.4. Lingkungan
Ekternal Makro
Kekuatan-kekuatan di luar tersebut mempengaruhi suatu
organisasi secara langsung atau secara t idak langsung melalui satu atau
lebih unsur-unsur lingkungan eksternal mikro.
Unsur-unsur lingkungan makro menciptakan iklim, di
mana organisasi ada dan harus memberikan tanggapan. Misalnya kecanggihan
teknologi, keadaan perekonomian, dan perubahan-perubahan sosial.
Jadi pada garis besarnya, lingkungan eksternal makro
merupakan unsur-unsur yang tidak berpengaruh langsung terhadap kegiatan
organisasi, yang meliputi teknologi, ekonomi, politik, dan sosial
yang mempengaruhi iklim di mana organisasi beroperasi dan mempunyai potensi
menjadi kekuatan-kekuatan sebagai lingkungan eksternal mikro.
Sumber
http://fandhijulianerfolg.blogspot.nl/2016/08/kebutuhan-pelanggan.html